Kecantikan Taipei

Rabu, 04 Agustus 2010 21:35
Masyarakat Indonesia akrab dengan Taiwan seiring boomingnya drama Meteor Garden beberapa tahun lalu. Ya, drama yang menyedot jutaan pasang mata penonton itu secara tidak langsung menjadi sarana transformasi kehidupan sosial dan budaya masyarakat Taiwan. Apa saja sebetulnya yang bisa dikunjungi saat kita ke Taiwan ? Berikut catatan dan foto-foto dari kontributor Malang Post Kwek Lina* yang menetap di Taiwan dan beberapa waktu lalu menghabiskan liburan di Taipei.

Pagi itu, Taipei menyambut saya dan keluarga dengan cahaya mentari yang hangat. Membuat kami semangat  melangkah untuk menikmati  keistimewaan-keistimewaan  yang disuguhkan. Taipei yang merupakan ibukota Taiwan ini terletak bagian utara yang merupakan pusat pemerintahan Taiwan.
Kebetulan saya sudah delapan tahun tinggal di Taiwan setelah menikah dengan suami saya yang asli Taiwan. Tepatnya di Baojhong Township yang berada di provinsi Yunlin. Saya sendiri asli dari Indonesia, tepatnya dari Pontianak.
Taiwan tak hanya terkenal dengan melodrama yang mendayu-dayu yang sering diputar di TV-TV di Inodenesia. Tetapi juga tempat-tempat wisata yang sangat eksotik. Apalagi kehidupan sosial di Taiwan, khususnya di Taipei bisa dikatakan nyaman.
Taepei memiliki sistem transportasi MRT yang nyaman dan aman, kehidupan malam yang ramai, hidangan kuliner dari berbagai belahan dunia, pusat perbelanjaan terpadat diantara kota-kota besar di Asia, dan pertunjukan seni kelas dunia.
Taiwan juga kaya akan kebudayaan tradisional dan masih terdapat tempat-tempat bersejarah, jalanan, rumah dan kuil-kuil kuno yang terawat dengan baik. Bulan Mei hingga September adalah musim panas dan dengan cuaca yang sangat ekstrem.
Sedangkan, Sepetember- Desember masuk musim gugur namun matahari biasanya masih menyengat. Musim dingin sangatlah singkat tetapi teramat dingin, biasanya di antara bulan Desember pertengahan hingga bulan Februari. Februari-Mei masuk musim semi. Cuaca yang paling nyaman, tidak panas, tidak dingin dan jarang hujan.
Kali ini saya ajak anda mengunjungi beberapa tempat wisata di Taipei, yang memiliki daya tarik tersendiri.
Kita bisa mengunakan MRT seharian dengan biaya 150 NTS (New Taiwan Dollar) mengeliling beberapa tempat yang berada di Taipei.

Menikmati Ketinggian Taipei 101
Gedung tertinggi di Taiwan ini dibangun tahun 1999, diresmikan 31 Desember 2004 dan diarsiteki C.Y. Lee. Nama gedung ini memang unik, Taipei 101. Setelah Burj Dubai berdiri, bangunan ini menjadi tertinggi kedua di dunia.
Sesuai namanya, Taipei 101 memiliki 101 lantai ke atas dan lima lantai ke bawah tanah. Harga tiket masuk ke gedung Taipei 101 yang nama resminya adalah Taipei Financial Center (TFC 101) ini senilai 350 NT (New Taiwan Dolar) atau sekitar Rp 98 Ribu untuk anak-anak dan 400 NT untuk orang dewasa atau sekitar Rp  112 Ribu. Di dalam lift Tidak boleh berdesak-desakan dan harus antre, baik naik maupun turun. Lift-nya tercatat sebagai lift tercepat di dunia dengan kecepatan 16,83 meter/detik. Hanya dalam waktu 40 detik, sudah sampai di puncak menara.
Dari puncak Taipei 101 kita dapat memandang Kota Taipei, lengkap dengan latar belakang  pegunungannya. Bisa juga melihat dengan teropong yang telah disediakan, dengan hanya memasukkan koin pecahan 10 NT atau sekitar Rp 3000.
Tanpa pemandu wisata, pengunjung bisa meminjam transmitter untuk mengetahui keterangan-keterangan di tiap bagian secara gratis. Di puncak juga terdapat bioskop kecil yang memutar film durasi pendek menggambarkan Taipei 101 mulai dari pembangunannya, hingga pesta kembang api tahun 2007. Dikemas secara apik dengan efek suara dan editing yang memesona.
“Baby damper” adalah sebutan untuk struktur penahan gempa, angin dan topan dari Taipei 101 yang menjadi maskot bangunan, yang terletak di antara lantai 89 hingga 101. Bentuknya seperti sarang tawon raksasa berwarna keemasan. Sebagai maskot, “Baby damper” digambarkan memiliki kaki dan tangan. Selama ini, Taipei 101 menjadi kebanggaan rakyat Taiwan.
Puas menikmati ketinggian ketinggian Taipei, saya dan keluarga langsung meluncur ke
Chiang Kai-shek Memorial Hall. Saat tiba di sana kami disapa gerimis. Tapi hal itu tak mengurangi niat kami menikmati salah satu tempat yang memiliki nilai sejarah yang tak terhingga bagi Taiwan.
Chiang Kai Sek Memorial Hall didirikan untuk menghormati mendiang Presiden pertama Taiwan, Chiang Kai-shek yang meninggal 5 April 1975 di laut.
Tapi sejak 2007 lalu, namanya diganti menjadi The National Taiwan Democracy Memorial Hall (Nasional Chung Cheng lokasi Memorial Hall), saat Taiwan dalam pemeritahan Chen Suei Pien.
Di Hall utama kita bisa melihat patung tembaga besar dari Presiden Chiang Kai Shek memakai pakaian tradisional Tionghoa. Pada dinding di atas patung terdapat prasasti bertuliskan Tionghoa tentang etika, ilmu pengetahuan dan demokrasi.
Di sebelah dalam langit-langit ada kotak yang didekorasi dengan lambang dari Republik of Cina. Di sisi lain ada prasasti tentang makna kehidupan, fungsinya dan pengembangan kwalitas hidup.
Memorial Hall ini memiliki perpustakaan dan museum yang mengisahkan sejarah Taiwan dan perjalanan karir dari president Chiang Kai Shek. Chiang Kai-shek Memorial Hall, memiliki empat lantai. Sering ada konser pameran seni  atau pertunjukan budaya bertaraf internasional di sana.
Di luar Chiang Kai-shek Memorial Hall, ada taman yang ditanami bunga-bunga dan pohon di kedua sisi, jembatan bengkok, jalan batu dan  kolam.(*)

Eksotika Ximending
Inilah surga belanja di Taipei. Ximending, sebuah kawasan pasar malam yang hip dan pusat  paduan antara tradisi lama dan generasi muda yang chic. Kawasan ini selalu ramai dikunjungi dan menjadi magnet bagi  penduduk Taipei  dan wisatawan asing.
Di sini pula tempat bioskop pertama di Taipei didirikan dan masih berfungsi sampai sekarang, bersamaan dengan berbagai toko-toko yang telah berada berpuluh tahun lamanya. Kombinasi ini menjadikan Ximending menarik untuk dikunjungi.
Pasar malam di Ximending menawarkan aneka makanan ringan atau makanan Taiwan lokal, pakaian, aksesoris, tato dan bahkan tempat-tempat permainan untuk bersenang-senang dengan harga yang lebih murah.
Suasana di pasar malam selalu dipadati oleh pengunjung dan juga pedagang kaki lima yang senantiasa bergairah menawarkan produk mereka apalagi di akhir pekan dan hari libur. Pasar malam memiliki peran penting dan tempat favorit yang melekat dengan  kehidupan masayarakat Taiwan.
Kita dapat merasakan kehidupan anak muda yang berada di keramaian pasar malam Ximending yang akan membuat kita takjud. Berjalan-jalan sambil menikmati suasana di malam hari yang gaduh dengan beragam  musik dan orang-orang yang lalu lalang. Sebelum pulang, jangan lupa untuk  membeli kue nanas buatan ChiaTe yang terkenal dan lezat ! (*)

Mengenang Masa Lalu di Tamsui
Nama Tamsui berasal dari Sungai Tamsui. Tamsui (berarti air bersih) adalah sebuah kota di sisi laut Taipei di Taiwan Utara yang dibatasi gunung (Datun Mountain) dan sungai ( Sungai Tamsui). Di kalangan turis maupun wisatawan lokal Taiwan, kota ini terkenal sebagai tempat  melihat matahari terbenam .
Bisa dikatakan Tamsui terkenal karena menjual kisah masa lalu alias sejarah. Itu mempertahankan beberapa arsitektur bersejarah beberapa dibangun oleh Belanda, beberapa oleh Jepang
Kisah-kisah legendaris masih meninggalkan warisan khasanah budaya yang masih terawat sampai saat ini. Sekarang, Tamsui memiliki banyak lokasi yang dilindungi sebagai tempat sejarah yang tersebar di antara jalan-jalan tua dan lorong-lorong kuno, klenteng, gunung dan jembatan Tamsui.
Setelah turun dari MRT, kebanyakan wisatawan akan berkunjung ke toko-toko  yang berjejer menjual makanan ringan lokal di sepanjang Old Street. Tamsui menjadi salah satu tujuan wisata paling favorit bagi wisatawan lokal maupun interlokal di Taiwan.(*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: